Wolbachia, Inovasi untuk Atasi Demam Berdarah

0

Foto: pexels.com/Jimmy Chan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia mengumumkan bahwa kini mereka tengah menerapkan inovasi teknologi Wolbachia untuk mengatasi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Dalam rilis resminya, Kemenkes menyebut bahwa inovasi ini telah dilaksanakan di sembilan negara lain dan terbukti efektif.

Sembilan negara tersebut adalah Brasil, Australia, Vietnam, Fiji, Vanuatu, Meksiko, Kiribati, Kaledonia Baru, dan Sri Lanka.

Lalu, apa sebenarnya teknologi Wolbachia yang dimaksud?

Melansir penjelasan dari World Mosquito Program (WMP), Wolbachia adalah sebuah bakteri yang ditemukan pada 50 persen spesies serangga, termasuk di antaranya nyamuk.

Namun, Wolbachia tidak ditemukan di nyamuk Aedes Aedes aegypti yang merupakan spesies nyamukn yang menularkan virus DBD.

Menurut WMP, hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika bakteri Wolbachia dimasukkan ke dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti, tindakan ini bisa menghambat berkembangnya virus DBD.

Hasilnya, penularan virus tersebut ke manusia pun akan ikut terhenti.

Baca juga: 7 Cara Kurangi Risiko Demensia

Kemenkes menyebut bahwa proyek pilot inovaasi Wolbachia akan dilakukan di lima kota, yaitu Semarang, Jakarta Barat, Bandung, Kupang, dan Bontang.

Pada 2022, Kemenkes menyebut bahwa uji coba telah dilaksanakan di Yogyakarta dan Bantul. Hasilnya, kasus demam beradarah mampu ditekan hingga 77 persen dan terjadinya penurunan perawatan di rumah sakit sebesar 86 persen.

Meski begitu, Kemenkes juga tetap menghimbau masyarakat untuk tetap melakukan metode pencegahan dan pengendalian DBD yang telah ada di Indonesia.

Cara tersebut yaitu gerakan 3M Plus, yaitu Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang serta tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *